Selasa, 17 Agustus 2010

Saykoji – Merah Putih

merah putih berkibar begitu gagah

cerminan akan bangsa yang perkasa

kuhormati dengan penuh rasa bangga

indonesiaku bersatu sepanjang masa

merah putih, hormaat grakkk!

buat semua bangsa lain tersentak

kibarkan sang saka dengan serentak

harumkan nama ibu pertiwi serempak

di bawah langit biru berkibar tertiup angin

bangga jadi orang indonesia ku semakin

terpacu tuk memajukan bangsa

tunjukkan kita kuat kita bukan mangsa

berbeda suku, beda golongan dan agama

bhinneka tunggal ika kami yang pertama

bahu membahu bimbing saling membimbing

berat sama dipikul ringan sama dijinjing

ini nusantara kita satu darah

satu nusa bangsa bahasa dan satu arah

takkan kulupakan selama lamanya

bangsaku, INDONESIA NAMANYA!

merah putih berkibar begitu gagah

cerminan akan bangsa yang perkasa

kuhormati dengan penuh rasa bangga

indonesiaku bersatu sepanjang masa

apapun mereka bilang tekadku takkan hilang

jalanku masih panjang garis akhir kupandang

jangan lupa kita macan asia

pancasila kita yang menjadi rahasia

untuk bisa bersatu dalam satu semangat

untuk membela tanah air semua berangkat

tak lupakan keringat dan darah yang tertumpah

dari para pahlawan negriku aku bersumpah

memegang erat bendera merah putihku

singsingkan lengan baju jauh lebihi siku

untuk bang-sa-ku, aku berkarya

sumber a-lam-ku begitu kaya

kami tidak takut, garuda di dadaku

semangat empat puluh lima, ada padaku

aku tergugah untuk berani rasanya

bangsaku, INDONESIA NAMANYA!

merah putih berkibar begitu gagah

cerminan akan bangsa yang perkasa

kuhormati dengan penuh rasa bangga

indonesiaku bersatu sepanjang masa

* MP3 lagu Saykoji - Merah Putih ini dapat diunduh secara gratis di Kaskus

http://www.kaskus.us/showthread.php?t=2193911


Lirik lagu Saykoji – Merah Putih ini dipersembahkan oleh LirikLaguIndonesia.Net. Kunjungi DownloadLaguIndonesia.Net untuk download MP3 terbaru.

Senin, 09 Agustus 2010


bulan Ramadhan datang, setanpun hengkang, manusia2 gak ada lagi yang suka ngomongin orang di blakang. ghibah2? pantang.....
biar asik kayak di tasik, biar santai kayak di hawaii, biar gampang kayak di sampang, biar berkah kayak di mekah..
halah anyway...
firman belum berkeluarga mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa bulan suci Ramadhan. semoga berkah puasanya

Jumat, 15 Mei 2009

X 28



Seperti halnya Ahmad, Ma’mun, dan Herman, akupun hanya bisa diam terpaku sore itu ditengah taman asrama seraya sesekali melihat ke arah para beberapa mahasiswa asal Somalia yang asyik bermain bola di bagian kiri area parkir. Tidak cukup lapang memang tempat parkir yang mereka gunakan untuk main bola tersebut. Namun bagaimanapun, sepetak tempat berpafing itu sudah cukup bagi mereka untuk sekedar bersama melepas jenuh, mengeluarkan keringat, berbagi kebahagiaan dengan sesama mahasiswa rantau berkulit hitam itu. Pemandangan berbeda terlihat di sebelah kanan area parkir. Ya, para mahasiswa Pakistani yang lagi enjoy dengan bidang olah raga favorit mereka, apalagi kalo bukan cricket. Begitu antusiasnya para penonton bertepuk tangan kepada baller yang berhasil mengecoh lawannya hingga gagal menangkis bola. Riuhnya tepuk tangan itu tetap tak menggoyahkan interes kami untuk berpaling dari soccer, basket ball dan volley yang lebih berkeringat, lebih enerjik, lebih membakar keringat dan tentunya lebih bertenaga dibanding permainan cricket yang menurut kami terkesan kurang fun, monoton, ya...gitu-gitu aja. Namun bagaimanapun, aku tetap acung jempol buat Pakistan, dengan tetap konsisten bermain cricket hingga tim merekapun bisa masuk kelas international untuk game ini. Tak jauh dari keramaian sejumlah mahasiswa somali dan pakistani dengan olahraga masing-masing sore itu, tampak sederetan taxi yang ngetem alias mangkrak menunggu penumpang datang, sementara beberapa terlihat bercakap-cakap saling tawar harga dengan calon penumpangnya, beberapa yang lain tampak santai duduk menunggu penumpang, penuh harap tapi tanpa usaha. Memang, aku sempat berpikir tentang mereka para supir taxi Pakistan yang kurasa cukup kuat tawakkalnya, tapi gak dibarengi ikhtiar dan do’a sebelumnya. Mereka rela menunggu berjam-jam duduk di dalam taxi hingga penumpang datang, dibanding keliling mencari penumpang. Pikirku, bila dalam satu jam digunakan untuk operasi keliling pasar saja, kira-kira dalam durasi kurang dari setengah jam, satu penumpang sudah bisa digaet. Dibandingkan hanya menunggu dan menunggu, itupun kalau ada penumpang, waktu terbuang sia-sia. Hmmmhh... however, mereka terkesan malas menurutku. Memangnya rejeki Allah itu langsung turun begitu saja apa...?aku sempat berpikir demikian. Bagaimana tidak, kita semua tahu rezeki itu memang sudah atas otoritas Tuhan, kapan dan kepada siapa saja akan dilimpahkan. Namun, kita juga dituntut untuk berusaha meraihnya,dan itu sudah menjadi perintah mutlak dari sang Kholik kepada hamba-Nya.