lesehan #3
Sore kemarin sambil menunggu
jemputan mobil ke Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk undangan buka
bersama, terjadi obrolan menarik antara gus Hasan dan kang Abduh, sementara
saya hanya menjadi pendengar setia.
“kang Abduh, sampeyan tau ndak ada sebuah riwayat yang muttafaq ‘alaih menjelaskan tentang salah satu karakter
kanjeng Nabi bahwasanya beliau SAW adalah orang yang paling dermawan dan kedermawanan
beliau itu makin kenceng saat masuk bulan ramadhan?”
“insyaAllah saya tau gus, kalo ndak salah bunyinya:
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ
صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ النَّاسِ، وَكَانَ أَجْوَدُ مَا يَكُونُ
فِي رَمَضَانَ حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ، وَكَانَ يَلْقَاهُ فِي كُلِّ لَيْلَةٍ
مِنْ رَمَضَانَ فَيُدَارِسُهُ القُرْآنَ، فَلَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدُ بِالخَيْرِ مِنَ الرِّيحِ المُرْسَلَةِ
dari Ibnu bin ‘Abbas, ia berkata : “Rasulullah
Shallallahu’alaihi wa sallam adalah orang yang paling dermawan. Kedermawanan
beliau bertambah pada (bulan) Ramadhan ketika malaikat Jibril datang menemui
nya. Jibril biasanya datang menemui beliau setiap malam pada (bulan) Ramadhan
untuk membaca al-Qur’an kepada nya. Sungguh kedermawanan Rasulullah
Shallallahu’alaihi wa sallam lebih baik daripada angin yang berhembus.” (Muttafaq
‘alaih)
